Kamis, 11 Juni 2009

Superman Is Dead




Superman Is Dead
Grup
Kuta, Bali, 1995


Biografi :

Superman Is Dead atau biasa disebut sebagai SID adalah grup punk rock asal Kuta, Bali. Grup ini digawangi oleh Bobby Cool (vokal), Eka Rock (gitar) dan Jerinx (drum).

Penggunaan nama Superman Is Dead sendiri, memiliki arti tersendiri bagi ketiga personelnya. Yakni mereka percaya bahwa manusia yang sempurna adalah ilusi belaka dan hanya sebuah imajinasi buatan manusia yang tidak akan pernah ada.


Di awal karir bermusiknya pada 1995, musik SID banyak terpengaruh oleh musik milik Greenday dan NOFX. Namun lama-kelamaan jenis musik SID mulai dipengaruhi oleh musik punk rock, seperti Supersuckers, Living End dan Social Distortion.

Sebelum digaet oleh Sony Music Indonesia, SID lebih banyak merilis albumnya dalam bentuk indie label. Beberapa album yang pernah diluncurkan secara indie oleh SID, CASE 15 (1997), SUPERMAN IS DEAD (1998), BAD BAD BAD (2002). Sedangkan album yang berada di bawah major label Sony, KUTA ROCK CITY (2003), THE HANGOVER DECADE (2004), dan BLACK MARKET LOVE (2006).

Meski sempat dilanda masalah dengan manajemennya, namun SID mampu bangkit setahun kemudian. Tepatnya pada 2009, SID merilis album terbarunya. Album dengan titel ANGELS AND OUTSIDERS! ini menjagokan single Kuat Kita Bersinar.
Selengkapnya...

Senin, 25 Mei 2009

Kilas Balik PERSIB BANDUNG


Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond ( BIVB ) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung ( PSIB ) dan National Voetball Bond ( NVB ).

Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Di Bandung pun saat itu pun sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan dipinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.

Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.


Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.Klub- klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta.

Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta. Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya.
Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953- 1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah secretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangunkan Sekretariat Persib di Cilentah.

Awal Persib memiliki gedung yang kini berada di Jalan Gurame, adalah upaya R. Soendoro, seorang overste replubiken yang baru keluar dari LP Kebonwaru pada tahun 1949. Pada waktu itu, melalui kepengurusan yang dipimpinnya, Soendoro menghadap kepada R. Enoch yang kebetulan kawan baiknya. Dari hasil pembicaraan, Walikota mendukung dan memberikan sebidang tanah di Jalan Gurame sekarang ini.

Pada saat itu, karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, Persib tidak memiliki dana untuk membangun gedung, Soendoro kembali menemui Walikota dan menyatakan, “ Taneuh puguh deui, tapi rapat ditiungan ku langit biru,” kata Soendoro.
Akhirnya Enoch juga membantu membangun gedung yang kemudian mengalami dua kali renovasi. Kiprah Soendoro sendiri didunia sepak bola diteruskan putranya, antara lain, Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, Risnandar, dan Giantoro serta cucunya Hari Susanto.

Dalam menjalankan roda organisasi beberapa nama yang juga berperan dalam berputarnya roda organisasi Persib adalah Mang Andun dan Mang Andi. Kedua kakak beradik ini adalah orang lapangan Persib. Tugas keduanya, sekarang ini dilanjutkan oleh putra dan menantunya, Endang dan Ayi sejak 90-an. Selain juga staf administrasi Turahman.

Renovasi pertama dilakukan pada kepemimpinan Kol. CPM Adella ( 1953- 1963 ). Kini sekretariat Persib di Jalan Gurame itu sudah cukup representatif, apalagi setelah Ketua Umum H. Wahyu Hamijaya ( 1994- 1998 ) merenovasi gedung tersebut sehingga menjadi kantor yang memadai untuk mewadahi berbagai kegiatan kesekretariatan Persib.

Kemampuan Persib menjaga nilai- nilai dan tradisinya serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentu tidak lepas dari figur Ketua Umum bukan hanya figur yang berkemampuan mengelola organisasi dalam artian agar organisasi itu terus hidup, melainkan juga figur yang mampu menggali potensi dan mengakomodasikan kekuatan yang ada, sehingga kiprah Persib dalam kancah sepakbola nasional terus berlangsung lewat berbagai karya Persib.
Selengkapnya...

Senin, 18 Mei 2009

Ferdinand: Barcelona Membahayakan MU


MANCHESTER, KOMPAS.com - Bek Manchester United, Rio Ferdinand mengakui Barcelona memiliki serangan berbahaya. Menurutnya, pertahanan akan menjadi kunci MU mempertahankan gelar Liga Champions.

Barcelona dan MU diakui sebagai dua tim berpenampilan menawan musim ini. Aksi individu pemain bertalenta, akurasi umpan, dan gol-gol indah bisa diharapkan muncul bila kedua kubu bermain.


Nah, dua tim terbaik di liga masing-masing ini akan bertarung berebut trofi Liga Champions. Mereka akan berjuang sekuat tenaga menjadi yang terbaik di Eropa.

Sebagai juara bertahan, MU sedikit diunggulkan. Namun, hal itu tak membuat para penggawa boleh jumawa. Menurut Ferdinand, MU dan Barcelona berdiri sebagai lawan setara.

"Aku pikir, setiap orang telah menikmati melihat mereka musim ini. Mereka bermain terbuka, sepak bola menyerang, dan mencetak banyak gol," puji Ferdinand.

Menghadapi Barcelona, Ferdinand menilai, lini belakang merupakan kunci menjadi juara. Tetapi, itu tidak berarti "Setan Merah" akan bermain bertahan.

"Jadi, kita semua tahu mereka bahwa mereka berbahaya. Tetapi, bila kami bisa bertahan dengan baik, kami punya pemain lain yang yang mampu melakukan lainnya sampai akhir," kata Ferdinand.

"Ini final bergengsi, sebagai pemain, untuk bisa sampai melawan tim dengan sejarah seperti Barcelona adalah hal langka," lanjutnya.

Babak final Liga Champions akan digelar di Stadion Olimpico Roma, 27 Mei mendatang
Selengkapnya...

Tekuk Persija, Persipura Juara ISL


JEPARA, KOMPAS.com - Persipura Jayapura memastikan diri merebut gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 setelah mengalahkan tuan rumah Persija Jakarta dengan 3-1 di Jepara, Minggu (17/5) malam. "Mutiara Hitam" kini mengumpulkan 73 poin dan tak mungkin terkejar dalam tiga laga sisa.


Pada laga di Stadion Gelora Bumi Kartini itu, Persija tak berkutik dengan penampilan Persipura. Gol pertama Persipura dicetak oleh Boaz Salossa di menit kedelapan. "Macan Kemayoran" mampu membalasnya lewat Greg Nwokolo, tujuh menit kemudian. Kedudukan imbang 1-1 hingga turun minum.

Pada babak kedua, Persipura tampil tanpa beban dan leluasa menusuk pertahanan Persija. Di menit 73, Boaz kembali mencetak gol. Setelah dua menit, Ernest Jeremiah memperbesar keunggulan Persipura hingga laga usai dengan skor 3-1.

Dengan kemenangan ini, Persipura yang sudah memainkan 31 laga akan terus bertengger di puncak klasemen hingga laga ISL ditutup pada 10 Juni mendatang. Posisi kedua saat ini diduduki oleh Persiwa Wamena dengan 60 poin dan baru bermain 30 kali. Juara liga Divisi Utama musim lalu, Sriwijaya FC masih berada di urutan ketiga dengan 32 kali main dan 55 poin.
Selengkapnya...

Jumat, 01 Mei 2009

Siapa Mau Jadi Wapres?


Penulis: Herdi Sahrasad

INILAH.COM, Jakarta – Dua blok yang berseberangan –Cikeas dan Teuku Umar—menghadapi kesulitan mencari pasangan menuju Pilpres 2009. Hitung-hitungan politik belum mencapai kalkulasi yang pas. Betulkah akan muncul aktor baru di masing-masing kubu?

Blok Cikeas yang dimotori Partai Demokrat, tidaklah mudah menentukan calon wakil presiden untuk Susilo Bambang Yudhoyono. Blok Teuku Umar, bahkan masih terlibat negosiasi yang ketat. Belum ada kepastian sahih, siapa yang akan maju menantang SBY.

Sejauh ini, sudah diwacanakan duet JK-Wiranto dan Mega-Prabowo untuk menghadapi kubu SBY. Sampai Jumat (1/5) ini, soal calon presiden masih terpolarisasi. Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto, ketiganya masih bersikukuh menjadi calon presiden.

Jusuf Kalla kemungkinan kuat akan menggandeng Wiranto. Megawati menghendaki menggandeng Prabowo sebagai calon wapres. Namun, Prabowo pun ingin maju menjadi presiden. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat wapres untuk Prabowo.


Kalau ini yang terjadi, tak banyak pilihan yang bisa dilakukan Megawati selain menggandeng Partai Persatuan Pembangunan. Koalisi besar ini kemungkinan akan bersatu kembali di putaran kedua untuk mendukung salah satu pasangan calon yang berhasil maju ke putaran kedua

Sedangkan kubu Demokrat sedang mencari aktor baru untuk disandingkan sebagai cawapres agar ada kesegaran di pihak kubu SBY itu. Perpecahan SBY-JK mendorong Blok Cikeas mencari aktor baru yang diinginkan Partai Demokrat. “Seperti halnya publik yang perlu aktor baru, kedua kubu itu juga butuh darah segar, fresh blood,” kata aktivis politik, M.Fadjroel Rachman.

Para analis menilai, Indonesia saat ini sedang paceklik calon pemimpin nasional. Pasalnya, menjelang pemilu presiden, bangsa ini belum tahu siapa saja kandidat yang bakal maju, kecuali incumbent dan sederet nama tokoh politik lama yang selama ini sudah beredar.

Jika Megawati berjiwa besar dan bijaksana, maka sebaiknya ia menjadi king maker yang menentukan dalam pemilihan presiden 2009. Apalagi, kian kuat imbauan agar dia legowo menyerahkan posisi capres kepada figur lain. Jika tetap maju, prospek Mega bakal muram dan kalah melawan SBY. Ditambah lagi, logistik Megawati-Taufik juga lemah dan merosot.

Soal logistik, SBY punya modal amat besar dan sumber dayanya juga dahsyat. Barangkali, hanya Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto yang masih punya sumber daya cukup untuk bisa menghadapi SBY sebagai pesaing yang rada seimbang.

Bima Arya Sugiarto dari Charta Politica, menuturkan, kebutuhan akan pemimpin baru ini makin terlihat dengan meningkatnya suara sejumlah partai yang berhasil melakukan regenerasi, misalnya PKS dan PAN, meski hasil akhir perhitungan suara secara manual masih ditunggu. Sementara Partai Gerindra sebagai parpol baru sudah memperlihatkan debut politiknya dengan perolehan suara yang relatif cukup baik.

Kubu Demokrat mencermati semua ini sambil mencari aktor baru sebagai cawapres bagi SBY untuk menghadapi Blok Teuku Umar yang memiliki koalisi besar. Publik politik terus menanti dan mencari kabar. [I4]
Selengkapnya...

JADWAL & TOP SKOR

Putaran Kedua
------------

PERSIB BANDUNG vs Persipura, Senin 9 Februari 2009 Skor : 1 - 1
PERSIB BANDUNG vs PSM, Sabtu 14 Februari 2009 Skor : 0 - 0
PERSIB BANDUNG vs Persiba, Rabu 18 Februari 2009 Skor : 2 - 1
PERSIB BANDUNG vs PKT, Minggu 22 Februari 2009 Skor : 2 - 1
PERSIB BANDUNG vs Sriwijaya FC Sabtu 17 April 2009 : 3 - 2
Persita vs PERSIB BANDUNG, Selasa 21 April 2009 : 2 - 4
Persitara vs PERSIB BANDUNG, Sabtu 25 April 2009 ( ditunda )
PSIS vs PERSIB BANDUNG, Selasa 28 April 2009 : 0 - 2
PERSIB BANDUNG vs PSMS, Jumat 1 Mei 2009 ( ditunda )
Pelita Jaya vs PERSIB BANDUNG, Selasa 5 Mei 2009
Arema vs PERSIB BANDUNG, Sabtu 9 Mei 2009
Persik vs PERSIB BANDUNG, Sabtu 16 Mei 2009
PERSIB BANDUNG vs Persiwa, Rabu 20 Mei 2009
Persijap vs PERSIB BANDUNG, Rabu 27 Mei 2009
PERSIB BANDUNG vs Deltras, Sabtu 30 Mei 2009
Persela vs PERSIB BANDUNG, Minggu 7 Juni 2009
Persija vs PERSIB BANDUNG,Sabtu 13 Juni 2009


1. CRISTIAN GERARD ALFARO GONZALES ( PERSIK ) 14 (PERSIB) 6 Total : 20

2. CLAUDE PARFAIT NGON A DJAM ( SRIWIJAYA FC ) 19

3. BOAZ T. ERWIN SALOSSA ( PERSIPURA ) 16

4. ALBERTO GONCALVES DA COSTA ( PERSIPURA ) 16

5. GREG NWOKOLO ( PERSIJA ) 13

6. MARCIO SOUZA DA SILVA ( PERSELA ) 13

7. BAMBANG PAMUNGKAS ( PERSIJA ) 13

8. ERNEST JEREMIAH CHUKWUMA ( PERSIPURA ) 12


Selengkapnya...

KOALISI JUMBO


Prabowo Bacakan "Ijab Kabul" Koalisi Jumbo


Penulis : Inggried Dwi W

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto membacakan "ijab kabul" koalisi jumbo, yang terdiri dari Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, PKNU, PDS, Partai Buruh, PPRN, dan PBR, Jumat (1/5) di Kantor DPP Hanura, Jakarta.


"Ijab kabul" tersebut terjabar ke dalam empat butir kesepakatan. Pertama, anggota partai koalisi jumbo bertekad memelihara NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika dan berasaskan Pancasila. Kedua, mempertahankan Indonesia agar berkedaulatan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Ketiga, membangun institusi parpol sebagai pilar demokrasi bangsa. Keempat, membangun kerja sama politik di DPR RI hingga DPRD kabupaten kota," ujar Prabowo yang diikuti tepuk tangan riuh.
Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan "ijab kabul" bersama.

Selengkapnya...